Panti Asuhan Yatim
Nur Hidayah
Beranda » Profil Anak Asuh » Mimta Ambarwati
Sabtu, 08 Juni 2013 - 14:41:02 WIB
Mimta Ambarwati
Diposting oleh : S. Jayadi
Kategori: Profil Anak Asuh - Dibaca: 1246 kali

Tetap Semangat  Menghadapi  Persoalan Hidup

Mengarungi kehidupan di dunia pasti akan menemui persoalan hidup, siapapun, dimanapun, dan berapapun usia kita pasti akan dibenturkan pada persoalan hidup dengan level yang berbeda. Menghadapi persoalan hidup adalah sebuah keniscayaan, maka perlu siasat dan seni agar kita mampu bertahan dalam pusaran persoalan kehidupan.

Adalah Mimta Ambarwati yang akrab di sapa Tata, salah seorang  anak penghuni panti yatim Nur Hidayah, diusianya yang relatif belia telah dihadapkan pada persoalan kehidupan yang cukup pelik. Ia berkisah tentang hidupnya,saat ia masih balita ayah kandungnya meninggal dunia. Beberapa tahun kemudian ibunya menikah lagi dan memiliki seorang anak laki-laki.Namun sayang ayah tiri Tata yang bekerja sebagai TKI di Malaysia tak pernah pulang ataupun mengirim kabar.Praktis ibunda Tata berperan sebagai single parent, tak heran  ibu Tata terus berjuang keras, sekuat tenaga untuk menopang seluruh biaya  hidup keluarga.

Awalnya ibu Wiwik Rahayu, ibunda Tata membuka sebuah restoran di Flores NTT, ia mengelola restoran tersebut bersama sang nenek. Usaha yang dijalankan, berjalan lancar dan restoranpun semakin berkembang.Suatu ketika kakek Tata mulai sakit-sakitan dan ingin pulang ke Jawa.Dengan berat hati akhirnya semua keluarga Tata pulang ke Jawa dan restoran dititipkan kepada seseorang yang dijuluki Pak Haji. Namun sungguh sangat disayangkan, baru beberapa hari di Jawa Kakek Tata meninggal dunia, dalam masa berkabung Ibu Tata memperoleh kabar, restoran yang telah di bangun dengan susah payah, telah hangus dilalap si jago merah.

Pasca kejadian tersebut, praktis perekonomian keluarga Tata lumpuh total, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka harus dibantu oleh keluarga Om dan tantenya.Karena tak ada biaya untuk kembali ke Flores, akhirnya Ibu Tata menempati rumah orang tua di daerah Nguter Sukoharjo, sedangkan Nenek Tata ikut Om dan Tante di Bali. Melihat perekonomian keluarga Tata yang memprihatinkan, seorang guru Bahasa Inggris di tempat Tata sekolah merekomendasikan Tata agar menjadi anak asuh di Wisma Yatim Nur Hidayah.

Sampailah pada saat ini Tata menjadi anak asuh eNHa, Ia sangat bersyukur bisa tinggal disini. Karena selama tinggal di wisma ia bisa belajar Islam dengan lebih baik, ia merasa betah tinggal di sini. Ia mengaku sebelum menjadi penghuni wisma ia jarang sekali mengaji dan membaca Qur'an, karena selama ini keluarganya jarang menerapkan berbagai nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kini selama tinggal di Panti eNHa Tata biasa menjalankan hobbinya membuat cerpen, baca buku dan mendengarkan nasyid. Ia memiliki cita-cita ingin menjadi seorang Manajer di sebuah Bank. Seberat apapun masalah yang ia hadapi, ia ingin selalu bersemangat dan ceria dalam menjalani hari.  Semoga harapan dan cita-cita Tata dapat terkabul. Amin